Vodafone Webbox: Menghadirkan Internet Di Televisi
teknologi 18.38
Mungkin Vodafone tidak terlalu akrab di telinga kita—orang Indonesia, tetapi sudah sangat dikenal di wilayah Eropa, Afrika dan Timur Tengah. Berita terakhir mengenai perusahaan ini muncul di media-media (lokal dan internasional) terkait dengan revolusi di Mesir dimana pada saat itu pihak yang ditengarai sebagai pro-Mubarak melakukan sabotase atas Vodafone, dan mengirimkan pesan singkat untuk mengkampanyekan pro-Mubarak.
Melalui press release-nya, Vodafone membeberkan rencana untuk mengembangkan layanan di negara-negara berkembang dengan cara mengkombinasikan pesawat televisi yang telah ada dengan teknologi web—sebuah pesawat yang dapat menghadirkan internet di layar televisi.

Minggu lalu, tepatnya 11 Februari 2011, Vodafone meluncurkan produk baru yang mereka sebut “Vodafone Webbox”—diklaim sebagai produk pertama yang menghadirkan akses internet murah ke dalam televisi—hanya dengan mencolokan sebuah keyboard ke pesawat televisi.
Menurut perusahaan yang konon memiliki 359 juta pelanggan di 30 negara ini, Webbox adalah produk inovatif yang dirancang khusus untuk pelanggan dan calon pelanggan di negara-negara berkembang dimana televisi banyak dipergunakan akan tetapi rasio penggunaan internet masih rendah yang diakibatkan oleh tingginya harga komputer dan akses internet.
Hadir pertama kali bagi masyarakat Afrika Selatan tanggal 15 Februari 2011, dengan harga pesawat yang relatif murah—hanya R749.00 (atau sekitar $100 = Rp 890,000) sudah termasuk SD Card berkapasitas 2GB, Prepaid SIM card dan paket data 100MB untuk tiga bulan.
Dari luar, fisik Vodafone Webbox nampak hanya sebuah keyboard QWERTY berwarna hitam berukuran 14 x 25 cm dengan logo Vodafone tentunya (lihat gambar di bawah):

Keyboard yang sesungguhnya bukan keyboard biasa ini, dihubungkan ke pasawat telivisi oleh sebuah kabel RCA standar. Konon tidak memerlukan setup khusus—keyboard ini secara otomatis mengkonversikan televisi standar menjadi portal internet.
Patrick Chomet (Group Director Vodafone) dalam press releasenya mengatakan, Webbox sebagai produk inovatif yang mampu menghadirkan internet secara sederhana bagi masyarakat yang berada di daerah-daerah dimana televisi sudah sangat akrab dalam kehidupan mereka, akan tetapi kesenangan berinternet sulit dijangkau. Bisa dipasang di rumah sebagai sarana hiburan, di sekolah untuk sarana pendidikan, atau di perusahaan-perusahaan kecil sebagai perangkat kerja—diyakini akan dapat menyokong pemberdayaan ekonomi lokal.
Pada layar “Home” Webbox pengguna dapat menjelajah fitur-fitur fungsional seperti: Akses internet dengan Opera Mini 5.1, SMS dan Email, berselancar di website-website, layanan media seperti Radio FM, Pemutar musik dan gallery photo.
Juga dijelaskan bahwa browser Opera Mini bawaannya Webbox berjalan di atas jaringan nirkabel 2.5G dan EDGE, dengan kompresi data hingga 90%, sehingga mampu menampilkan halaman web dengan cepat. Di layar “Home”-nya tersedia fasilitas bookmark untuk berita terkini, olahraga, termasuk situs sosial media. Sebagai pelengkap, Webbox juga dilengkapi dengan aplikasi game, kamus dan alat pengedit teks.
Juga dijelaskan bahwa browser Opera Mini bawaannya Webbox berjalan di atas jaringan nirkabel 2.5G dan EDGE, dengan kompresi data hingga 90%, sehingga mampu menampilkan halaman web dengan cepat. Di layar “Home”-nya tersedia fasilitas bookmark untuk berita terkini, olahraga, termasuk situs sosial media. Sebagai pelengkap, Webbox juga dilengkapi dengan aplikasi game, kamus dan alat pengedit teks.
Kalau saja Vodafone Webbox ini masuk ke Indonesia, saya rasa akan menjadi perangkat yang dapat membawa masyarakat ke dalam era baru perkembangan internet dan multi media di Indonesia di satu sisinnya. Dan, seperti produk teknologi lainnya, perangkat inipun berpotensi menjadi pemangsa waktu baru yang dapat membuat masyarakat hanyut dalam hiruk-pikuk dunia internet dimana sampai saat ini masih sebatas hiburan. Belum menjadi alat penunjang produktifitas. Kita tunggu saja. ~Gusti (Sumber dan Courtesy Gambar: Vodafone)











