Kerjasama Penerapan Sistem Inovasi Daerah (SID) di Propinsi Jawa Tengah
daerah, feature 01.07
,Kunjungan Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT) Kabupaten Karanganyar dan Kota Surakarta, Propinsi Jawa Tengah
(20-21 Januari 2011)
Pada kunjungan ke Karanganyar, dilakukan pertemuan antara Deputi Kepala BPPT Bidang PKT, Dr. Tatang A. Taufik dengan Kepala Balitbang Propinsi Jawa Tengah, Drs. Agus Suryono, MM dan Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Kunjungan dimaksudkan untuk mendiskusi agenda pengembangan klaster biofarmaka sebagai bagian pengembangan Sistem Inovasi Daerah di Kabupaten Karanganyar.
Bupati Karanganyar sangat mendukung upaya kerjasama ini dan berharap Kabupaten Karanganyar dengan biofarmakanya dapat berkembang dengan baik dan dapat memberikan kontribusi dalam mensejahterakan rakyat.
Namun ada kendala yang disampaikan dalam pengembangan klaster biofarmaka ini diantaranya adalah sarana produksi, permodalan, dan kelembagaan. Diharapkan dengan keterlibatan BPPT dan Balibangda Provinsi Jawa Tengah, klaster biofarmaka dapat berkembang di 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar dan menjadi percontohan di Indonesia untuk pengembangan komoditas ini.
Pada diskusi Drs, Agus Suryono juga mengemukakan keyakinannya untuk keberhasilkan upaya pengembangan potensi tanaman obat yang bernilai tinggi di Karanganyar, dengan keterlibatan BPPT, Kemenristek, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu.
Karanganyar diyakini bisa mengembangkan Desa Wisata Jamu atau Center of Herbal. Kuncinya ada di Pemerintahan Kabupaten dan Kota, sementara itu pemerintah provinsi siap membantu dan mendampingi.
Pada sambutannya Dr. Tatang A. Taufik menyampaikan terimakasih dan rasa syukur dan kerjasama yang dilakukan dapat berhasil. Beliau juga menyampaikan bahwa prioritas BPPT dan Pemprov Jawa Tengah adalah Pengembangan Sistem Inovasi Daerah. Biofarmaka dapat menjadi branding daerah, regional atau nasional.
Pada kunjungan ke Kota Surakarta didiskusikan rencana program dan kegiatan terutama di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Diskusi tentang Sistem Inovasi diikuti oleh anggota Dewan Riset Daerah, Kepala Bappeda Kota Surakarta, Sekretaris Daerah dan jajaran Dinas Kominfo Kota Surakarta.
Sampai sejauh ini BPPT belum sanggup mendampingi semua daerah otonom. Oleh karena itu prioritas kerjasama adalah dengan daerah yang punya keinginan dan komitmen kuat untuk menghasilkan kisah keberhasilan (success story) dalam pengembangan Sistem Inovasi Daerah. Untuk teknis dan rencana program/kegiatan akan disikusikan secara detail antara kedua belah pihak.
Pada pertemuan di Pemkot Solo, dihadiri oleh kepala Bapeda dan Kepala SKPD dan dihari kedua pertemuan dan diskusi dengan Sekretaris Daerah yang dihadiri oleh anggota DRD dan beberapa lembaga intermediasi atau PI-UMKM yang menjadi mitra BPPT di Solo. Beberapa poin penting yang dibahas adalah:
- pendampingan technopreneurship serta inkubasi bisnis dan teknologi di Solo Technopark
- implementasi dari dokumen strategi inovasi daerah kota Solo yang disusun bersama-sama BPPT-DRD dan pemkot Solo tahun........
- mendukung program unggulan kota Solo tahun 2011 yaitu; 1) Eco-cultural city,2) Nilai-nilai Budaya Solo yang berkarakter dan 3) Ekonomi Kerakyatan
- mendorong pemanfaatan OS yang saat ini sudah dirintis UNS untuk e-development
Diskusi di Pemkab Karanganyar dan pertemuan dengan Bupati Karanganyar dengan jajarannya serta perwakilan Balai Besar Tanaman Obat. Kunjungan dilakukan ke Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO2T), Balitbang Kemenkes di Tawangmangu. Kabupaten Karanganyar merupakan bagian dari Jawa Tengah yang menjadi percontohan nasional untuk program Saintifikasi Jamu bagi layanan medik ( ada 60 Puskesmas di 5 kabupaten di Jawa Tengah menjadi lokasi kegiatan ); maka penguatan klaster industri bio-farmaka menjadi penting.
Dalam prakarsa ini, BPPT akan mendampingi antara lain melalui penguatan jaringan inovasi di bidang fito-farmaka/ obat alam. Saat ini sudah ada sekitar 7000 tanaman obat yang terdokumentasi dengan 900 berada di etalase Balai Besar. Di Balai ini juga telah dibuka Klinik Saintifikasi Jamu “ Hortus Medicus” yang diresmikan bersama-sama unit pendukung lain di Balai ini tahun 2010.
Rintisan dalam hal ini juga ditemui ada beberapa wilayah kerjasama diantaranya yaitu; Karisma Pawirogo (Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Magetan, Pacitan, Ngawi dan Ponorogo). [dedi suhendri]
Diskusi Implementasi Sistem Inovasi Daerah di Kantor Walikota Surakarta antara Tim BPPT dipimpin oleh Deputi Kepala BPPT Bidang PKT dengan Ir. Anung Indro (Kepala Bappeda Kota Surakarta) dan dihadiri oleh beberapa Kepala Dinas terkait. Kunjungan dan diskusi dimaksudkan untuk mendiskusikan agenda dan rencana tindak untuk penguatan SID di Kota Surakarta. (Sumber: Dokumentasi PKT, Januari 2011).











