Coffee Break : Kebangkitan Inovasi dan Kreatifitas Pemuda


Tiga skema sudah disiapkan Kementerian Riset dan Teknologi guna menjadikan pemuda sebagai motor penggerak sistem inovasi. Pernyataan ini diungkapkan Staf Khusus Menristek Bidang Riset dan Kerjasama, Warsito Purwo Taruno pada program Coffee Break di TVOne, yang disiarkan secara live dari Loby  Epicentrumwalk pada Rabu, 2 Februari 2011.

Skema tersebut meliputi, (1) diseminasi iptek, yakni usaha untuk menerapkan teknologi di masyarakat dengan pendampingan dari mahasiswa. Usaha ini akan dilakukan melalui community development sehingga masyarakat tidak kebingungan ketika menggunakan teknologi tersebut. (2) Technopreneurship, yakni usaha untuk menjadikan teknologi sebagai komponen penggerak bisnis ekonomi. (3) pengembangan riset inovasi di tingkat daerah lewat program workshop, pelatihan, dan lain-lain.

Warsito menjelaskan ketiga skema tersebut ditujukan untuk peningkatan inovasi dan kreatifitas pemuda yang dapat menghasilkan penerapan teknologi guna membangun perekonomian bangsa. Selain tiga skema tersebut Kemenristek juga telah melaksanakan program untuk mendorong inovasi pemuda di bidang riset dan technopreneurship. Baru-baru ini salah satu program yang telah dilaksanakan atas kerjasama dengan beberapa pihak yakni Gebyar Inovasi Pemuda Indonesia 2011. 

Pria berkacamata ini menjelaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai kelompok masyarakat yang memiliki tingkat produktifitas yang tinggi untuk berkarya, berkreasi dan berinovasi. Pemuda merupakan pelaku penting bagi tumbuh dan berkembangnya inovasi. Kemenristek sendiri sudah memiliki komitmen untuk meningkatkan inovasi dan kreatifitas pemuda sesuai dengan kontrak kinerja Menristek dengan Presiden SBY. 

Harus diakui, selama ini potensi pemuda yang begitu besar baru sebatas pasar bagi produk-produk inovatif dari luar, belum sebagai pencipta produk inovatif” ujar Warsito. Untuk itu diperlukan kebijakan yang mendorong peningkatan kreativitas dan inovasi pemuda agar mampu menghasilkan produk-produk inovatif. Sebagai salah satu pemangku kebijakan dalam peningkatan kapasitas pemuda di bidang teknologi, maka berbagai kebijakan dari Kementerian Ristek pun diarahkan untuk mendukung berkembangnya inovasi pemuda. Dalam skala luas, dengan meningkatnya daya kreatifitas dan inovasi para pemuda tentu saja dapat berperan dalam mendukung Sistem Inovasi Daerah dan Sistem Inovasi Nasional.
 
Dalam dialog ini hadir pula salah satu teladan inovator muda yakni Kaharuddin Djenod. Pria 39 tahun ini merupakan technopreneur yang bergerak dalam bidang design kapal laut. Kahar, pemilik PT.Terafulk Megantara Design ini menceritakan proses kerja kerasnya hingga menjadi seorang technopreneur handal. Setelah menyelesaikan pendidikan S3 di Hiroshima University, anak ketiga dari lima bersaudara ini berhasil membuat kapal. Ia berhasil membuat system optimasi design kapal untuk kapal container. Desain ini lalu dipatenkan dan Jepang tertarik untuk mengadopsi design ini. Meskipun sudah direkrut di perusahan galangan kapal ternama di Jepang, Kahar tetap merasa harus kembali ke tanah air dan mendirikan perusahaan.

Menurutnya semangat dan mental baja harus dimiliki setiap pemuda Indonesia agar berhasil menjadi seorang innovator. “Sebagai inovator memang ada kiat-kiat agar penemuan kita dapat menjadi basic technopreneurship. Diantara kiat-kiat tersebut termasuk keyakinan yang kuat bahwa inovasi kita dapat bermanfaat dan networking yang luas agar inovasi kita bisa mendapat tempat di masyarakat,” ujar Kaharuddin Djenod. Selain itu, menurutnya dukungan pemerintah yakni peran Kemenristek sangat dibutuhkan dalam mendorong dan memotivasi para pemuda untuk berinovasi dan berkreasi. 

Kemenristek dan Teknologi sebagai bagian dari kepemerintahan saat ini terus berkomitmen untuk melaksanakan program implementasi dan aplikasi inovasi iptek di berbagai bidang kehidupan. Kemenristek terus berupaya membangun sistem inovasi yang dapat menjadi budaya di semua elemen masyarakat. Salah satunya yakni dengan menstimulus kalangan pemuda yang merupakan pilar yang produktif yang dapat menghasilkan berbagai inovasi di bidang iptek. Kemenristek ingin mengoptimalkan peran pemerintah dalam inovasi yang berdampak signifikan terhadap pembangunan bangsa. (bhh/humasristek/aps) [ristek.go.id]

Posted by Jaringan Inovasi Nasional on 19.38. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 komentar for Coffee Break : Kebangkitan Inovasi dan Kreatifitas Pemuda

Leave comment

Blog Teknologi Pertanian

Blog Stats

dailyvid

Mitra Daerah

2010 BlogNews Magazine. All Rights Reserved. - Designed by SimplexDesign